Lebaran Selalu Punya Cerita

 Langit mulai menguning bersamaan dengan riuh jalanan Mojosongo dan jejeran jajanan takjil ramadhan. Sore itu, menjadi hari terakhir ramadhan tahun ini. Atmosfer ramadhan kembali dirasakan setelah dua tahun berjaga jarak, kini dapat kembali melihat ramai orang yang berburu takjil hingga bingung menentukan menu takjil. Banyak takjil yang ditawarkan mulai dari yang manis sampai yang gurih, seperti gsop buah, es moka, kolak, pisang karamel, aneka jajanan pasar, aneka gorengan, cireng, roti maryam, donat. Aku sengaja meluangkan waktu untuk menemani ibu berburu takjil. Dari berbagai takjil yang ditawarkan, pilihan ibu jatuh kepada kolak pak Dedi. Hampir setiap sore ibu rutin membeli kolak pak Dedi untuk dijadikan menu takjil andalan dirumah. Terkolak-kolak, ibu kata ibu sambil memegani pipinya

Lapak kolak pak Dedi, belokasi di Mojosongo tepat di depan taman JayaWijaya. Lapak sederhana dengan dua meja yang disamping kanannya terdapat panci besarisi kolak, tidak hanya menjual kolak pak Dedi jua menjual aneka jajanan pasar yang diletakkan di atas meja. karena banyak yang menyukai kolak pak Dedi. Aku dan ibu datang jam setengah lima sore untuk menghindari banyaknya antrian. Mengingat ibu juga harus menyiapkan makanan untuk berbuka puasa di rumah. Sebelum pulang, ibu juga membeli gorengan serta pisang karamel kesukaan bapak yang letaknya tidak jauh dari lapak kolak pak Dedi.

Seampainya di rumah, ibu langsung menyiapkan makanan untuk berbuka puasa. Bapak yang sedari siang sibuk menghias ruang tamu, memindahkan meja, menata kursi, dan merapikan perabotan. Untuk urusan wangi-wangian bapak selalu menyerahkan kepada ibu karena seleranya lebih maju. Aku menggantikan bapak untuk merapikan beberapa barang dan menata camilan untuk sanak saudara dan tamu yang akan datang besok. Setelah semua tertata, aku mulai menyiapkan diri untuk berbuka puasa. 

Salah satu hal yang selalu ku nantikan adalah berbuka bersama bapak dan ibu. Di halaman kecil belakang rumah, sudah tertata makanan takjil yang telah dibeli ibu dan teko berisi teh hangat. Terlihat bapak mengenakan sarung kotak-kotak berwarna hijau dan kaos putih duduk bersandar ditembok menghadap ibu. Sambil duduk bersimpuh, ibu menuangkan teh hangat ke gelas-gelas. Aroma teh yang mengudara, menambah hangatnya obrolan kami. Bapak selalu menjadi pemantik obrolan saat menunggu waktu berbuka tiba. Bagaikan host podcast bapak selalu memberikan topik obrolan yang menarik atau hanya sekedar membagikan info, seperti imam solat ied besok, jalur mudik anti macet, dan prediksi cuaca hari raya. Tidak terasa adzan magrib telah dikumandangkan dan memecah asiknya obrolan pada saat itu. Bapak langsung memimpin doa berbuka puasa dan kami membatalkan puasa dengan meminum teh hagat. Bagiku, teh hangat buatan ibu selalu menjadi minuman favoritku dan selalu aku rindukan saat berada di rumah. 

Saat hari raya tiba, ibu sudah menyibukan diri sedari subuh. Menata makanan, dan menghangkan makanan yang telah dimasak semalam. Solat ied dilaksanakan dihalaman masjid, letak masjid hanya bersampingan dengan rumah. Banyak jamaah yang berduyun-duyun datang ke masjid, banyak keluarga yang sengaja menggunakan baju couple yang menarik dan estetik. Nuansa warna lebaran tahun ini didominasi oleh warna haju sage, terlihat banyak keluarga yang mengenakan warna sage. Setelah selesai solat ied, para jamaah melaksanakan tradisi halal bihalal yang selalu dilakukan saat hari raya. Namun tradisi tersebut sempat terputus dua tahun karena pandemi tahun lalu. Selepas melaksanakan tradisi halal bihalal, dilanjutkan sesi makan bersama sebagai simbol perayaan hari kemenangan. Menu makanan tahun ini tidak jauh berbeda sederhananya dengan tahun sebelumnya, namun terasa nikmat karena dimakan bersama. 

Setelah kembali ke rumah, keluarga kami melaksanakan sungkeman. Sejenak menundukan kepala dan bersimpuh kepada bapak dan ibu. Tetesan air mata dan pelukan hangat menjadi penghapus segala khilaf dan kesalahan yang pernah terjadi. beberapa kali ibu mengusap air mata dengan tisu saat aku mengucap kata maaf dan pelukan terlama selalu jatuh kepada ibu. Sebelum disibukan berkeliling silatuhrahmi ke rumah sanak saudara, foto bersama selalu dilakukan untuk mengabadikan momen di hari kemenangan.

Komentar